Dimana Dia

Dia yang selama ini selalu memberikan semangat dan motivasi, sekarang tidak tahu dimana keberadaanya. Berawal dari pertengkaran hebat itu semua berubah drastis dalam kehidupan Danil. Benar kata pepatah nasi sudah jadi bubur, semua penyesalan itu memang datang belakangan, inilah yang dirasakan Danil saat ini. Hari-hari bersama Dia tidak lagi dirasakannya lagi,

“Dimana kah Dia sekarang?”. andai saja pertengkaran hebat itu tidak terjadi mungkin aku sekarang lagi memelukmu erat dipelukanku, “ucap Danil lirih

Pertengkaran hebat itu membuat Danil menyesali tindakannya. Sekarang Danil baru sadar apa arti cinta yang sebenarnya. Memang masalahnya lumyan rumit, sehingga semua begitu menyakitkan bagi mereka, karena restu orang tua, Danil rela mengorbankan cintanya, cinta yang sudah 3 tahun 3 bulan 10 hari dibinanya kini kandas begitu saja.

Berawal dari keluarga Dia yang tidak merestui hubungan mereka, karena mereka satu suku, dalam adat minang perkawinan satu suku tidak dibolehkan, karena masih family. Disanalah semua malapetaka itu datang, Danil yang telah berjanji untuk saling melengkapi hubungannya kini kandas begitu saja.

Cinta tidak harus memiliki itulah yang dirasakan Danil, sesaat sesal itu datang menghancurkan harapannya selama ini, harapan yang telah dirangkai manis berdua di sebuah pohon rindang di pantai air manis.

Fikiran Danil hilang menerawang entah kemana, dicari handephonenya dan mencoba memberanikan diri untuk menanyakan kabar Dia. Haandphonnya diam membisa hanya terdengar suara operator telepon. “Dia apa kabarmu,” ucap Danil lirih.

“Andai saja ku bisa memutar waktu, akan ku dekap kau dalam pelukanku, ku pertahankan cinta ini. Meski resiko apapun yang terjadi” ucap Danil dalam hati.

Pantai air manis…

Dipantai ini kita mengikat janji, janji kebahagiaan yang kita ukir berdua… kini hanya kenangan itu yang kudapati… kenangan yang sungguh menyakitkan dalam hidup ku…andaikan Dia disini…., air mata Danil tak terbendung lagi. Seketika pantai air manis berubah menjadi hujan yang cukup deras menemani kesedihan Danil di saat itu…

Dengan lunglai Danil berusaha untuk bangkit, matahari mulai menutupi wajahnya, disambut hangat sang rembulan, kegelapan mulai menyelimuti bumi.

Tanpa sengaja tukang Koran itu mengehentikan langkahnya, terbesit tanya Danil apa yang tertulis disana. Koran itu berkata gadis berkerudung hitam jatuh dari bukit pantai air manis sehingga merenggut nyawanya, dengan isak tangis dan haru Dia yang selama ini ku cari telah tiada, Dia maafkan aku ucapnya lirih…

Tentang erfachianda

Aku adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara, periang, mudah berteman dan sering dijadian tempat curhat oleh teman-temanku. Uci panggilanku, cewek yang mempunyai tinggi yang luar biasa yang hobi olah raga, membaca dan jalan-jalan, itulah sedikit gambaran tentang diriku.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.