Perencanaan, Pengembangan Pembelajaran

 

PERENCANAAN DAN

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN EKONOMI


1.    Dinamika persaingan siswa pada masa depan ?

Pada masa yang akan datang akan hadir sebuah ancaman jika kita tak mampu mengantasipasi laju perkembangan., secara tepat akurat dan dalam masa dini. Namun sebaliknya jika manusia sudah matang secara mentalitas dalam memperbaikinya maka segala macam bentuk tantangan dan ancaman justru akan menjadi peluang.Menurut buku ini kajian masa depan tidak identik membicarakan masalah nujum, namun sebuah prediksi yang amat sangat rasional. Dalam kajiannya dikaitkan degan masa depan setidaknya ada tiga bentuk sebuah ancangan itu, yakni:

a.       Kemungkinan masa depan (possible future).

b.      Peluang masa depan (probable furures) dan

c.       Masa depan yang diinginkan (preferred futures)

Mengahadapi tiga harapan itu, maka diperlukan sebuah kurikulum pendidikan yang senafas dengan ancangan kedepan. Kurikulum pendidikan harus tumbuh dan selalu meng-up date informasi kekinian sehingga pendidikan tidak hanya melakukan kegiatan akademik tapi cenderung membekali siswa/pelajar/mahasiswa untuk melakukan rekayasa diri agar masa depan yang serba kemungkinan atau penuh dengan probabilitas  dapat diurai sejak dini. Inilah bentuk antipasi cerdas pendidikan agar manusia mampu eksis disegala ATHG (ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan).

Selain itu kualitas dan skill siswa juga harus ditingkatkan, karena dengan skill dan kualitas siswa dimasa depan akan lebih bermanfaat untuk menghadapi masa yang akan datang, sebab pada saat sekarang sudah banyak perubahan yang terjadi, diantaranya banyak sekolah yang bertaraf Internasional, jadi dalam segi bahasa, siswa sangat dituntut untuk bias berbahasa inggris aktif. Jadi skill siswa dalam bahasa inggris tersebut akan mudah bagi siswa untuk bisa berkomunikasi  dengan  negara lain, sekurangnya bisa berkomuniksai lewat internet dengan siswa asing, bahkan bisa jadi pertukaran pelajar nantinya.

2.    Lulusan SMA/SMK yang akan disiapkan untuk menghadapi lingkungan yang berubah tersebut adalah, dengan cara memberikan pengajaran skill yang lebih baik, memberikan pengajaran yang sesuai dengan standar Internasional, memberikan motivasi agar mereka bisa lebih memahami apa yang akan terjadi untuk masa yang akan datang, dan juga tidak melenceng dari culture yang ada di lingkungan kita.

3.    Kemampuan/kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa untuk bertahan hidup (survival)

a.    Fokus menemukan dan memupuk potensi unggul setiap anak

Sekolah masa depan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak untuk menemukan potensi unggulnya. Dalam pembelajaran di sekolah, anak dapat menemukan apa yang menjadi kelebihannnya. Dengan pembimbingan guru, anak diarahkan untuk membangkitkan berbagai potensi yang dimiliki. Sekolah melalui guru memberikan berbagai kegiatan belajar yang dapat mengeksplorasi semua kemampuan setiap siswa.

Setelah menemukan potensi, sekolah juga harus menyediakan sarana dan prasarananya untuk memupuk potensi itu. Sangat disayangkan jika anak sudah menemukan potensinya namun tidak ada wahana untuk memupuk potensi itu agar melejit. Untuk itu sarana perpustakaan lengkap, multimedia, internet, laboratorium kecil (sain, sosial), dan tempat unjuk kreatifitas.

b.    Mengembangkan kecerdasan beragam dan mengembangkan moral anak secara berimbang

Sekolah kuno adalah sekolah yang hanya mengembangkan aspek intelektual saja. Sehingga anak yang menikmati sekolah kuno adalah anak yang hanya jago matematika, yang memiliki rangking (baca juga bahaya rangking). Sementara anak yang cerdas fisik, musik tak menikmati belajar di sekolah kuno.

Sementara sekolah masa depan adalah sekolah yang memberikan kesempatan terbuka kepada semua anak untuk mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Anak yang cerdas musik menimati pembelajaran musik yang disukainya, anak yang cerdas fisik melakukan berbagai kegiatan yang disukainya.

Selain itu, sekolah masa depan juga mengembangkan moral anak. Ciri yang terlihat adalah adanya pembiasaan yang konsisten yang diterapkan sekolah. Kebiasaan membuang sampah di tempatnya, kebiasaan menghormati guru, kebiasaan belajar terbuka menjadi ciri utamanya.

c.    Mengajarkan life skill

Sekolah masa depan bisa mengetahui kebutuhan dasar seluruh siswanya. Sekolah masa depan dapat mengajarkan dan mengembangkan keterampilan hidup (life skill) siswanya. Sekolah masa depan adalah miniatur masyarakat, bukan sebaliknya memisahkan anak dengan dunia nyatanya. Sekolah mensuport (mendukung) berbagai kegiatan yang berbasiskan keterampilan dasar yang berhubungan dengan lingkungan sekitarnya. Bagaiman anak bersikap terhadap orang lain, terhadap lingkungan kelas, terhadap lingkungan masyarakat menjadi bagian utama pembelajaran.

d.   Sistem penilaian yang berbasiskan hasil karya ilmiah dan peningkatan kemampuan penguasaan bidang-bidang yang dipelajarinya

Inilah beda nyata sekolah kuno dan sekolah masa depan. Sekolah kuno hanya memberikan penilaian pada tertulis dalam bidang akademik saja. Test-test tertulis menjadi evaluasi utama pembelajaran. Tak ada waktu untuk melakukan test praktek. Anak hanya dinilai dari tulisannya saja. Sementara sekolah masa depan sekolah yang memberikan penilaian

e.    Sekolah yang berbasiskan pada kehidupan dan praktek-praktek lapangan

Inti dari sekolah adalah pusat dari pembelajaran sejati untuk menghadapi masa depan kelak saat hidup dalam masyarakat. Jadi sangatlah tidak fair jika sekolah malah digunakan untuk menghalangi anak belajar sesuai kepada masyarakat. Pada hakikatnya, anak di sekolah belajar tentang kehidupan. Anak belajar bagaimana ia nantinya bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya. Untuk itu dperlukan berbagai latihan-latihan praktek dan praktis yang bisa dipelajari siswa. Ketika di sekolah anak belajar matematika, maka sekolah melalui gurunya harus bisa membawa matematika keseharian dalam pembelajaran di kelas.

f.     Para guru yang selalu memotivasi dan mendorong siswa untuk mau dan mampu mempelajari sesuatu

Tugas guru bukan memberi pengetahuan dan mentransfer ilmu. Guru di sekolah masa depan memiliki tugas sebagai motivator penggerak energi dalam diri anak. Guru sebagai motivator berarti guru memahami apa yang diingini dan diharapkan anak. Guru memberikan motivasi akan anak mampu belajar secara mandiri.

Jika di sekolah kuno guru datang menjelaskan pelajaran, mengevaluasi siswa terus pulang, maka guru di sekolah masa depan adalah guru yang bisa memberikan motivasi anak untuk bergerak mandiri belajar  menemukan pengetahuan yang belum diberikan guru.

g.    Mengembalikan sistem dan pola pembelajaan pada kodrat penciptaan anak

·         Sifat dasar

Sifat dasar anak adalah suka bermain dan selalu bergembira. Sekolah masa depan adalah sekolah yang mampu merancang pembelajaran yang dilakukan dengan bermain dan dalam suasana yang menyenangkan. Penekanan, stressing, ancaman merupakan sifat guru kuno yang harus ditinggalkan.

·         Cara belajar / gaya belajar

Setiap anak belajar sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Ada yang memiliki kelebihan gaya belajar dalam auditori, ada yang lebih di visual maupun memiliki keunggulan di kinestetik.Guru masa depan harus bisa menemukan dan mengembangkan model pembelajaran berdasarkan gaya belajar di atas. Memadukan ketiga gaya belajar merupakan kreativitas tertinggi guru dalam strategi pembelajaran yang diterapkannya.

·         Potensi unggul

Jika di kelas ada 40 siswa, maka di kelas itu ada 40 potensi yang unik, yang berbeda antara siswa satu dengan yang lainnya. Diperlukan 40 strategi belajar yang memadai untuk masing-masing anak. Tugas guru adalah menemukan potensi masing-masing anak dan mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar di kelas.

·         Psikologi perkembangan

Sekolah masa depan memandang anak adalah individu yang sedang dalam peoses perkembangan. Anak di sekolah merupakan anak yang sedang berkembang sesuai dengan karakter masing-masing. Fase perkembangan anak yang bebeda setiap usianya memberikan landasan kuat bagi sekolah dan guru dalam mendisain pembelajaran dan kurikulum. Sekolah masa depan mengakomodir fase perkembangan dalam rangka memahami anak sesuai dengan fitrahnya.

 

4.    Kemampuan inti lanjutan yang yang harus dimiliki untuk pengembangan diri siswa (lulusan)

Hal yang harus dimiliki oleh setiap siswa adalah sikap mental, psikologi, dan adaptasi karena untuk mengarah ke yang lebih baik siswa harus memiliki mental, psikologi dan adaptasi yang baik pula, agar siswa tidak kaget untuk melihat masa yang akan datang. Kalau kita telah memberikan skill, mental, psikologi dan adaptasi yang baik maka siswa tersebut dapat menghadapi tantangan dimasa yang akan datang dengan mudahnya.

Ekspansif   : Skill dan mutu/kualitas dengan adanya skill dan mutu dan kualitas maka bisa membuat siswa tersebut lebih ekspansif dimata orang banyak, karena setiap apa yang dikerjakan dengan skil nya lebih bermanfaat dan bermutu serta berkualitas.

Karir           : meningkatkan keahlian yang dimiliki maka mereka bisa memiliki karir yang lebih baik

Promosi      : Inti dari semanya dalah skill, kemampuan, keahlian dan kualitas maka dengan semuanya dapat terpenuhi maka dapat dengan mudah siswa tersebut dalam meraih karir, ekspansif dan promosi.

Tentang erfachianda

Aku adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara, periang, mudah berteman dan sering dijadian tempat curhat oleh teman-temanku. Uci panggilanku, cewek yang mempunyai tinggi yang luar biasa yang hobi olah raga, membaca dan jalan-jalan, itulah sedikit gambaran tentang diriku.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Biasakan memberi kritik dan saran setelah membaca tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s